Suara Rakyat Malaysia - Lembing Tok Wan
- All
- Islam
- Politik
- Berita Semasa
- Blogger Tricks
-
Categories
- 1MDB (4)
- AgendaDaily (3)
- Andriod Application (2)
- Andriod Firmware (1)
- Astro Awani (2)
- Berita Anwar Ibrahim (56)
- Berita dari Istana (2)
- Berita Dunia (5)
- Berita Harian (1)
- Berita Mengenai Islam (14)
- Berita Pakatan Rakyat (37)
- Berita Parti DAP (7)
- Berita Parti Keadilan (30)
- Berita PAS Kelantan (5)
- Berita PAS Perak (54)
- Berita PAS Pusat (28)
- BERITA PDRM SPRM MAHKAMAH (14)
- Berita Semasa (77)
- Berita Terkini (7)
- Berita UMNO (2)
- Bernama (31)
- BERSIH 2.0 (18)
- Blogger (5)
- Blogger Tricks (8)
- Bolasepak (1)
- Coronavirus (3)
- Covid-19 (2)
- Dadah (1)
- Dari Blogger (114)
- Dari Facebook (11)
- Dari Parlimen (6)
- Download (4)
- Dunia Artis (1)
- Gaza (1)
- Gerakan Anti ISRAEL (4)
- Harakahdaily (68)
- Harian Metro (1)
- Himpunan DOA (3)
- Hindraf (1)
- ICERD (1)
- INFO Internet Bisnes (2)
- IPTV (1)
- Islam (1)
- Jawatan Kosong (1)
- Jihad (1)
- Joke (1)
- keadilandaily (12)
- Keluarga (1)
- Kenali Ulamak (1)
- Kes bunuh Sosilawati (1)
- Kisah Jin & Iblis (2)
- Koleksi Video (57)
- Luar Negara (5)
- Mahathir (1)
- Malaysiakini (262)
- MediaPerak (11)
- MediaPerak.com (10)
- melvister.com (1)
- MyMetro (10)
- NEWS (1)
- Palestin (1)
- Parti Islam Semalaysia (13)
- pas.org.my (1)
- Pendidikan (1)
- Phone (1)
- Pilihanraya Kecil 2010 (16)
- Rasuah (1)
- Rohingya (1)
- Rohinya (1)
- ROM (1)
- scammer (1)
- selangorku (1)
- Sinar Harian (11)
- SinarHarian (2)
- Soal Jawab dan Isu Pilihan (8)
- Syria (1)
- The Star (1)
- TheMalaysianInsider (5)
- Ustaz Azhar Idrus (8)
- ustream.tv (3)
- Video (1)
- Windows trick (2)
- Yahoo News (7)
----------------$$$$----------------
18/01/10
Nizar: No news yet from the Fed Court on MB vs MB
“No news, nothing yet although rumours have certainly been rife these few weeks,” Nizar told Harakahdaily in an interview. “But neither I nor my lawyers have received any notification yet.”
Zambry, who was installed as the Umno-BN chief minister, had recently gone to Saudi Arabia to meet with Prime Minister Najib Razak, who was there on an official visit.
Their overseas encounter raised eyebrows, sparking talk that Zambry - unable to garner support for his administration despite having illegally overthrown Nizar a year ago - was now seeking to dissolve the legislative assembly. This would pave the way for a state-wide election, which has been much clamoured for by Perakians.
Judiciary tarnished
In one of the most controversial cases in Malaysian legal history, Nizar had sued Zambry for illegally usurping his position as the chief minister of Perak in February 2009.
The High Court had on 11 May ruled in his favour, with Justice Abdul Aziz Rahim declaring him the rightful Mentri Besar of Perak as he had not resigned and could only be removed by a vote of no-confidence taken by the legislative assembly. In other words, the Sultan of Perak did not have the constitutional authority to sack the chief minister.
However, on May 22 and at lightning-quick speed, a three-man bench at the Court of Appeal overturned the High Court decision on the grounds that Nizar had ceased to command the majority of the legislative assembly.
Nizar then appealed to the Federal Court, which heard the case on November 5. Only a five-man bench was convened at the apex court although Nizar had requested for the maximum 11-man panel because of the gravity of the suit - which is to determine who is to govern Perak.
After a one-day hearing, the Federal Court reserved judgment and till now, Malaysians – especially Perakians – are awaiting the outcome. Given the judiciary’s record of bowing to political pressure from top Umno leaders, most Malaysians fear the final decision may favour Zambry.
We will never turn our backs on Perakians
Nevertheless, Nizar is unfazed. To him, it does not matter if the final decision goes against him or if Zambry tries to slip a fast one past him by dissolving the assembly to regain the political advantage with voters.
For Nizar, no matter which, it is all in a day's work. Even if he is re-installed the Mentri Besar, both he and Pakatan have promised fresh election to allow Perakians to choose the government they wished.
“I think all of us Malaysians and Perakians know what is blowing in the wind. We know the level of corruption and consequently how great is the need for reform. But we cannot give up,” the 52-year engineer by training said.
“For us in Pakatan, we will continue to run a parallel government to monitor and keep track of the usurper Umno-BN. We will do our best to make sure that the rights and interests of the Perak people are protected. We won’t hesitate to publicize any wrongdoing that we come across and unravel.
“In Perak Pakatan, we are very close-knit and united. We go out and meet the people, engage them, and try to service and help them, as a group. We plan many activities together. And the results have been tremendous. We are very well received everywhere we go and the people always encourage us and tell us not to give up. That alone keeps us going.”
More unscrupulous policies
Nizar also slammed PM Najib over the latest public uproar – this time, the spate of attacks against non-Malay places of worship.
It was Najib who had orchestrated the Umno coup d’etat of the Pakatan state government in Perak. The PM is now in the spotlight once again.
He has been widely blamed for the recent outbreak of religious bigotry – one of the worst in the nation’s history – by fanning religious fanatics with his communal rhetoric aimed at garnering political support from the Malays for his Umno party.
“It is one of the most ridiculous and unscrupulous acts. It has gone out of control and Umno is now trying to cover up. But instead of coming out with a good and sincere solution, the Umno government says East Malaysia can use Allah but West Malaysia cannot. Is it trying to divide the country now?” said Nizar.
Minister in the PM’s Department Nazri Aziz had said in a recent press interview that the government would allow the word Allah to be used by Christians in Sabah and Sarawak but not in the peninsula.
The contradictory and confusing stance has been widely denounced by civil society as well as by Church leaders.
Juara Rakyat bukti Umno kritikal
Beliau berkata, usaha Umno membuka kaunter daftar pemilih dan keanggotaan Umno pada setiap siri program Juara rakyat di seluruh negara adalah kerana mereka menyedari kemerosotan sokongan rakyat khususnya generasi muda terhadap parti itu.
"Juara Rakyat ini menunjukkan usaha terdesak Umno yang sedang dalam keadaan kritikal dari segi sokongan pengundi khususnya generasi muda," katanya ketika dihubungi Harakahdaily petang tadi.
Pesuruhjaya PAS Pahang itu turut mendakwa Umno juga telah menyalahgunakan peruntukan kerajaan untuk menjayakan program tersebut.
"Juara Rakyat ini lebih kepada usaha mengambil kesempatan ke atas dana kerajaan untuk kukuhkan kedudukan Umno.
Semalam, Ketua Penerangan Umno,Datuk Ahmad Maslan berkata, usaha membuka daftra pemilih itu pada setiap siri Juara Rakyat itu adalah bagi membolehkan lebih ramai yang belum lagi mendaftar keanggotaan Umno dan pemilih dapat mendaftar segera, dan dapat menunaikan hak mereka sebagai pengundi.
Tuan Ibrahim berharap agar PAS memandang serius mengenai gerakan daftar pemilih terutamanya di kalangan anak-anak ahli dan penyokong parti bagi mengelakkan Umno mengambil kesempatan terhadap mereka.
"PAS perlu bersungguh-sungguh dalam isu daftar ahli dan pemilih ini kerana semua parti sedang berusaha menarik rakyat supaya mendaftar parti masing-masing.
"Pejabat Agung PAS juga mengambil inisiatif menggerakkan kempen keahlian an daftar pemilih ini," katanya.
Beliau turut mendakwa Umno sedang dalam proses memulihkan imej parti itu melalui program Juara Rakyat setelah terpalit dengan pelbagai isu yang menghakis kepercayaan rakayt terhadap mereka.
"Kita lihat program ini lebih banyak kepada usaha membaik pulih imej Umno.Tapi pada waktu yang sama rakyat melihat isu yang lebih besar yang sepatutnya ditangani oleh pemimpin Umno belum selesai.
"Sebagai contoh kos hidup rakyat yang semakin meningkat, rasuah yang berleluasa, kehilangan jet dan kes Menetri Besar Perak yang belum selesai,"ujarnya.
Zambry jumpa Najib bincang bubar DUN?
Dewan Pemuda PAS Negeri Perak dalam satu kenyataan memberitahu beberapa petanda menuju ke arah itu sedang berlaku.
Ianya termasuk pertemuan Datuk Seri Dr Zambry Abdul Kadir dengan Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak di Arab Saudi baru-baru ini sehingga Zambry didakwa sanggup meninggalkan Persidangan Ke-169 Majlis Agama Islam dan Adat Melayu Perak (MAIAMP) yang di pengerusikan oleh Raja Muda Perak.
"Datuk Seri Zambry yang sanggup tidak hadir ke Persidangan Ke-169 Majlis Agama Islam dan Adat Melayu Perak (MAIAMP) yang di pengerusikan oleh Raja Muda Perak baru-baru ini di lihat ada perkara lebih penting yang akan di bincangkan dengan Datuk Seri Najib di Arab Saudi," kata Mohd Nur Amin selaku pemangku Ketua Dewan Pemuda PAS Perak.
Selain itu menguatkan lagi keyakinan mereka akan berlakunya pilihanraya adalah maklumat yang mengatakan Suruhanjaya Pilihan Raya Malaysia (SPR) telah mengadap Seri Paduka Sultan Perak dalam satu majlis awal November lalu.
Sehubungan itu, pemuda PAS Perak mengarahkan semua jentera Pemuda PAS khasnya dan Pakatan Rakyat amnya supaya bersedia dengan pembubaran DUN itu.
Awal Februari ini, kerajaan Perak diteraju Zambry akan mencapai usia setahun pentadbirannya.
Dedah laporan SPRM untuk kesedaran masyarakat
Untuk ini, Gerakan Rakyat Integriti dan Anti Korupsi (Gerak) bersedia memberikan pandangan secara menyeluruh kepada SPRM berkaitan pendekatan membanteras rasuah termasuk mengambil kira perspektif pandangan rakyat.
Pengerusi Gerak, Mohd Nazree Mohd Yunus berkata, SPRM tidak akan berdiri tegak tanpa dukungan rakyat dan media.
“Kita yakin jika SPRM mempunyai pegawai-pegawai yang cekap, mereka mampu untuk menyelesaikan kes-kes rasuah walaupun sudah ada hebahan media sebelum ini.
“Kita lihat pada hari ini, kebanyakan kes-kes yang didakwa oleh SPRM ke mahkamah juga adalah hasil daripada hebahan rakyat dan juga media. Kita beranggapan perkara ini semua banyak membantu SPRM,” ujarnya dalam kenyataan kepada Harakahdaily, hari ini.
Katanya, kes-kes berprofil tinggi seperti skandal PKFZ, ketirisan pengurusan wang negara melalui laporan Audit Negara, dakwaan salahguna kuasa Setiausaha Politik PM, kes banglo Khir Toyo, kehilangan enjin jet, kes akuan bersumpah Bala dan lain-lain lagi kes yang penting wajib ditangani secara segera oleh SPRM untuk memulihkan imejnya.
Beliau berkata, dalam kes Setiausaha Politik PM misalnya, sehingga hari ini tidak ada siasatan mula oleh SPRM dilakukan walaupun Parlimen Malaysia telahpun dimaklumkan berkaitan dakwaan salah laku beliau.
Menurutnya, perubahan integriti oleh Perdana Menteri akan dilihat gagal jika masih terdapat lagi individu-individu yang tidak bersih berada di sekeliling beliau.
“Pendakwaan permulaan oleh SPRM dalam kes PKFZ disambut baik oleh Gerak dan kita mahukan agar kes ini dapat diselesaikan sehingga pihak yang benar-benar terlibat dalam skandal rasuah berskala mega dapat didakwa dan diambil tindakan oleh mahkamah,” ujarnya.
Beliau juga menggesa SPRM mengambil kira pandangan rakyat tentang kaedah melaporkan aduan rasuah kepada badan tersebut.
Ini berdasarkan kenyataan daripada SPRM sebelum ini yang tidak membenarkan aduan yang dibuat kepada suruhanjaya itu didedahkan akan menyebabkan rakyat akan bimbang untuk melaporkan kepadanya.
Tambahnya, walaupun di bawah seksyen 29(4), Akta BPR 1997 telah menyatakan perkara itu, namun adalah wajar untuk SPRM memberikan ruang kepada rakyat untuk sedikit sebanyak berkongsi aduan bersama-sama dengan media.
“Kita harus sedar bahawa rasuah adalah suatu bentuk jenayah yang luar biasa dan perlu ditangani secara luar biasa. Kita juga bersetuju, laporan kepada SPRM tidak boleh didedahkan kepada media jika bertujuan untuk mengaibkan pihak lain,” katanya lagi.
Baginya, pendekatan secara monotaip tidak akan memberikan kesan besar terhadap agenda membanteras rasuah.
Gerak kecam KPT tidak bersikap terbuka
KUALA LUMPUR, 18 Jan: Gerakan Rakyat Integriti dan Anti Korupsi (Gerak) mengecam tindakan Kementerian Pengajian Tinggi (KPT) yang tidak bersifat terbuka sehingga menyebabkan anggota keselamatan menahan dua pimpinan mahasiswa dan seorang wartawan Harakahdaily minggu lepas ketika mahu menyampaikan memorandum bantahan E-Voting.
Pengerusinya, Mohd Nazree Mohd Yunus berkata, sewajarnya pihak KPT menerima baik memorandum tersebut dan memaklumkan kepada anggota keselamatan agar tidak mengganggu perhimpunan aman oleh mahasiswa tersebut.
“Bantahan E-Voting oleh para mahasiswa IPTA/IPTS wajar diberikan pertimbangan dan ruang perbincangan yang serius,” katanya.
Baginya, tuduhan Menteri Pengajian Tinggi, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin bahawa mahasiswa yang hadir adalah untuk mencari publisiti menjelang pilihan raya kampus adalah dangkal sama sekali.
“Ini adalah bentuk-bentuk penidakkan terhadap agenda membudayakan integriti yang wajar dimulakan secara serius di kampus-kampus termasuk di dalam pilihan raya kampus,” ujarnya lagi.
17/01/10
Nik Sapeia bersumpah nama Allah, dakwa dianiaya
Beliau berbuat demikian di kediamannya di Pasir Tumboh pagi ini.
Menurutnya, tindakan bersumpah dengan nama Allah itu dibuat berikutan perbicaraannya telah selesai dan hukuman telah dijatuhkan namun merasakan dirinya dianiaya.
"Hari ini saya bersumpah dengan Nama Allah,Wallahi,Wabillahi,Wattallahi,demi Allah sesungguhnya saya dengan ini bersumpah tidak menyerang atau menyembur Tun Dr.Mahathir Mohamed sebagaimana yang dituduh kepada saya” ujar beliau yang juga Naib Presiden Parti Progresif Penduduk (PPP).
"Saya sedar akan sumpahan saya ini dan saya sudah mendapat pandangan daripada orang alim dan pimpinan parti demi menjaga maruah diri dan parti saya," katanya lagi.
Nik Sapeia juga berkata beliau akur dengan keputusan yang dijatuhkan oleh mahkamah dan kini sedang membuat proses rayuan ke mahkamah tinggi.
Mahkamah Majistret Kota Bharu baru-baru ini menjatuhkan hukuman penjara enam bulan selepas beliau didapati bersalah menyebabkan kecederaan dengan menyembur bahan berbahaya terhadap bekas Perdana Menteri Tun Dr.Mahathir Mohamed dan tiga yang lain dalam satu insiden di Lapangan Terbang Sultan Ismail Petra di sini.
Majistret Azman Mustapha bagaimanapun membenarkan perlaksanaan hukuman penjara ditangguhkan sehingga rayuan selesai di putuskan oleh Mahkamah Tinggi dan Mahkamah Rayuan nanti.
15/01/10
Pemuda PAS sokong titah Raja Dr Nazrin Shah
Ketuanya, Mohd Nor Amin berkata, DPPN Pk menekankan bahawa Islam tidak mendidik umatnya melakukan perkara yang bertentangan dengan naluri dan perkara yang ditegah oleh agama, bahkan Islam telah menuntut seluruh umatnya supaya menghormati agama lain.
Islam juga tegas beliau telah menetapkan dakwah sebagai cara berhubung dengan agama lain sebagai satu makenisma terbaik sepertimana yang telah dinyatakan di dalam Al-Quran.
"DPPN Pk merasakan titah Raja Dr Nazrin Shah sebagai satu bentuk peringatan dari Ketua Agama Islam Negeri supaya semua pihak jangan sekali-kali melakukan tindakan di luar batasan norma ajaran agama.
"Islam yang pada dasarnya sangat mengutamakan keharmonian dan kesejahteraan masyarakat berbilang kaum." katnya dalam satu kenyataan.
Umat Islam tegasnya perlu memahami bahawa Islam adalah cara hidup yang sempurna anugerah Allah sebagai satu rahmat kepada semua manusia tanpa mengira bangsa dan kaum.
"Malah DPPN Pk juga menyarankan tokoh-tokoh agama agar mengurangkan serangan dan ketegangan tetapi memperkasakan majlis dialog penerangan sepertimana yang telah disaran oleh Agama Islam bagi memastikan umat Islam dan bukan beragama Islam akan dapat memahami dengan jelas kebenaran dan keadilan Islam dalam menangani permasalahan semasa," katanya.
13/01/10
Rakyat dapat hidu pembohongan Zambry
Pemangku Ketua Dewan Pemuda PAS negeri, Mohd Nur Amin berkata, rakyat boleh menilai perbezaan pelaburan yang diterima negeri selama 11 bulan pemerintahan Pakatan Rakyat sebanyak RM770 juta pada 2008 berbanding kerajaan kudeta pada 2009 berjumlah RM608.66 juta.
Ini, katanya berlaku kerana rampasan kuasa pada awal Februari 2009 lalu menyebabkan pelabur tidak berani untuk melabur kerana kerajaan negeri yang ada tidak kukuh.
“Dengan suasana yang rakyat boleh lihat sekarang ialah ketidakmampuan pentadbiran kerajaan kudeta pimpinan Zambry untuk mengukuhkan kedudukan ekonomi negeri di samping keangkuhan membelakangi mandat dan kepentingan rakyat hanya demi mempertahankan kuasa kudeta yang diperolehinya secara tidak demokratik,” ujarnya dalam kenyataan kepada Harakahdaily.
Katanya, Pemuda PAS negeri Perak juga tidak terkejut dengan usaha-usaha yang dilakukan oleh Zambry di dalam menguruskan pentadbiran kerajaan negeri dan menunjukkan perubahan yang berlainan dengan pentadbiran semasa pimpinan Nizar sebelum ini.
Menurutnya, semasa pimpinan Nizar, permasalahan Orang Asli turut menjadi agenda kerajaan negeri bagi menguruskan mereka dengan menubuhkan Jawatankuasa Bertindak Pembangunan Kehidupan Sosio Masyarakat Orang Asli yang diketuai oleh Pengerusi Jawatankuasa Infrastruktur dan Kemudahan Awam, Tenaga dan Air serta Hal Ehwal Bukan Islam, Datuk Ngeh Koo Ham sebagai pengerusi.
“Pemuda PAS Perak melihat Zambry tersepit dengan tindakan-tindakannya bagi mengembalikan keyakinan rakyat Negeri Perak terhadap Umno/Barisan Nasional,” ujarnya.
12/01/10
PAS Perak hulur sumbangan mangsa kebakaran Sungai Siput
Rombongan diketuai Pesuruhjaya PAS Perak, Ustaz Abu Bakar Omar ditemani Yang Dipertua PAS Sungai Siput, Ustaz Zulkifli dan jawatankuasa PAS kawasan yang lain.
Menurut penduduk, punca kebakaran adalah disebabkan litar pintas yang telah menyebabkan lima buah bangunan rumah kedai mengalami kebakaran teruk.
Mangsa kebakaran terdiri dari empat keluarga Cina dan satu keluarga India.
Ustaz Abu Bakar turut menyampaikan sumbagan kepada mangsa terlibat bagi meringankan beban mereka.
Berucap ketika pertemuan dengan beberpa keluarga mangsa terlibat, beliau memberitahu PAS sentiasa mengambil berat sebarang permasalahan rakyat di negeri itu tanpa mengira perbezaan agama dan kaum sesuai dengan jolokan PAS sebuah parti berkebajikan.
"PAS sentiasa prihatin dan mengambil berat berkenaan isu kebajikan rakyat, apatah lagi rakyat kini melihat PAS bukan sahaja sebagai parti politik akan tetapi PAS juga dilihat sebagai paarti yang menggerakkan kebajikan rakyat", katanya.
Dikesempatan sama beliau menyeru keluarga mangsa supaya bersabar dan tabah menghadapi segala ujian yang menimpa mereka.
12/09/09
Lapor siasatan rumah mewah Khir, SPRM diberi tempoh 7 hari
Pengerusinya, Mohd Nazri Mohd Yunus semalam berkata, SPRM dilihat lambat bertindak sehingga tiada apa apa laporan dikeluarkan sejak kes itu dibangkitkan sejak tiga bulan lalu.
"Kami beri tempoh 7 hari untuk menyatakan perkembangan kes atau dakwaan, jika tidak Jumaat ini Gerak Malaysia akan hantar memorandum pada SPRM. Saya tuntut pendakwaan segera. katanya.
Ujarnya lagi, SPRM perlu bertindak secara adil dan saksama; tanpa mengira seseorang yang didakwa itu dari Pakatan Rakyat atau pemimpin penting Umno sendiri.
Ditanya mengapa perlu tunggu tujuh hari untuk mengantar memo tersebut, Nazri menjelaskan bahawa pihaknya akan bersemuka dengan SPRM bukan untuk membuat pengaduan atau laporan, sebaliknya menunggu maklum balas siasatan berbangkit.
"Berkaitan banglo mewah Khir Toyo ini, kita sudah hantar dakwaan pada 7 Julai lalu; termasuk beberapa pendedahan laman web berkaitan dan sebagainya," jelasnya.
Sambil melahirkan kekesalan atas pendakwaan terpilih SPRM dalam kes Khir Toyo itu, beliau mempersoal komitmen luar biasa SPRM sebelum ini apabila agresif menyisat beberapa kes pendakwaan yang dikaitkan dengan pemimpin Pakatan Rakyat.
"Tentang kes Tan Sri Khalid (Menteri Besar Selangor) dan kes peruntukan Dun yang kita (Gerak) hantar, saya kira dalam tempoh dua minggu siasatan terus dimulakan. Mengapa tidak dalam kes Khir Toyo ini?" soalnya lagi.
Bercakap pada sidang media di Hotel De Palma, Nazri berkata, keengganan SPRM menyiasat kes Khir Toyo bukan sahaja mengakibatkan kredibiliti suruhanjaya itu terus dipertikai khalayak, malah turut mengakibatkan Gerak sebuah badan bukan kerajaan (NGO) bebas juga terpalit difitnah sebagai "buat laporan terpilih" dan proksi Mohd Ezam Mohd Noor (Umno).
Beliau juga menjelaskan bahawa pertubuhannya mempunyai beberapa dokumen bukti berkaitan kes tersebut.
Pun begitu, beliau masih menunggu mana-mana saksi kes tersebut tampil bersamanya dalam pendakwaan kes Khir itu.
Beliau turut mencabar Khir menafikan segala pendedahan terbuka yang dilakukan oleh beberapa laman web termasuk oleh mereka yang bergelar Umno Reform.
Artikel berjudul Khir Perlu Jawab! dalam Umno Reform 2, 6 Julai lalu mendedahkan Istana gaya Bali yang terletak di Jalan 1/7L, Seksyen 7 Shah Alam bernilai lebih RM20 juta.
Walaupun SPRM masih belum membuat sebarang pendakwaan kes terbabit, khalayak amnya percaya seseorang ahli politik yang bersih sebenarnya tidak mampu memiliki rumah bernilai RM20 juta, dengan menjawat jawatan Menteri Besar Selangor selama dua penggal pemerintahan sahaja


